Persiapan Pasca BEAS Sertifikasi SDM
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi sumber daya alam kelautan dan perikanan yang sangat besar, sehingga persediaan sumber daya manusia yang kompeten sangat penting untuk sukses dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) mengadakan program pengembangan SDM kelautan dan perikanan, termasuk HR kepelautan perikanan. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan konseling.
Pendidikan dan Pelatihan
BPSDM KP memiliki unit pendidikan yang terdiri dari:
- Kampus Perguruan Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta, Bogor, Serang, dan Falkirk
- Tiga Politeknik Kelautan dan Perikanan di Sidoarjo, Bitung, dan setelah
- Sembilan sekolah menengah pemerintah Perikanan di Aceh, Pariaman, Kota Pengacara, Tegal, Pontianak, Tulang, Ambon, Kupang, dan Sorong
Pendekatan Pendidikan
Pendidikan kejuruan BPSDM KP menggunakan pendekatan pabrik, dengan 60% praktek dan 40% teori untuk pendidikan tinggi, dan 70% praktis dan 30% teori untuk tingkat pendidikan menengah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu BEAS Sertifikasi SDM?
BEAS Sertifikasi SDM adalah program sertifikasi yang dikeluarkan oleh KKP untuk mengakui kompetensi sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.
Bagaimana cara mengikuti program pengembangan SDM kelautan dan perikanan?
Cara mengikuti program pengembangan SDM kelautan dan perikanan adalah dengan mendaftar ke unit pendidikan BPSDM KP.
Apa manfaat dari program pengembangan SDM kelautan dan perikanan?
Manfaat dari program pengembangan SDM kelautan dan perikanan adalah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan, sehingga dapat mendukung pengembangan sektor tersebut.
